Rabu, 30 Maret 2011
Putri
Sabtu, 26 Maret 2011
"Yang Aku Cari"
Selasa, 22 Maret 2011
Do'a Pengobatan
Allahumma sholli alla Muhammad Wa alla allihi sayidinaMuhammad
Tibbil Khulubi wa ndawa iha, wa nga fiyatil abhdani wa syifa iha,
wa nuril abhsori wa ngidha iha, wa khulti arwaqhi wa idha iha,
wa alla alihi wasohbihi wabarrik wasallam....
Insyaalah dengan mengamalkan ayat ini dengan izin Allah SWT, sakit serta penyakit yang kita alami bisa terangkat pelan - pelan sehingga bisa sembuh seperti yang di harapkan, tentunya dengan usaha serta do'a yang tak putus - putus, serta janganlah berputus asa, karena kesembuhan hanya milik Allah, kita sebagai insan biasa hanya bisa meminta memohon berdo'a bersabar dan tawakal atas apa yang menimpa kita.
Do'a diatas biasanya aku gunakan sebagai obat untuk badan ga enak, serta dengan pijatan dan untuk membantu orang lain bila membutuhkan, bagus di amalkan bagi orang yang suka pengobatan, namun setiap amalan itu ada tingkatannya, dan aku kurang mengerti kan itu semua, tapi aku berbagi pada pembaca semuanya agar bisa dimanfaatin bersama - sama,
Semoga Allah memberikan kita semua kesehatan serta kekuatan agar bisa melalui cobaan yang Dia berikan pada kita semua.....
Do'a Pengasihan
Idh Kholla yushufu liabihii
yaa abati innii ro aitu aqhada ashoro
kau kabaw wassamsa wal khomaro ro aituhum lii saa jidiin
Do'a pengasihan yang sering di gunakan oleh umat muslim untuk meluluhkan hatinya, namun do'a yang terdapat di surat Yusuf ini, biasanya di gunakan untuk mendapatkan hati perempuan yang di inginkannya dengan lafadt terakhir LII (nama perempuan) sebelum SAA JIDIN di sebutkan nama perempuan itu 3X tahan nafas, namun lebih baik bila do'a ini di amalkan dengan tujuan untuk umum / meluluhkan hati semua orang yang melihat kita, bukan semata - mata hanya untuk mendapatkan perempuan yang di inginkannya, pastinya dengan usaha dan do'a yang benar,,,
Minimal do'a ini di baca 7X setiap kali sesudah shalat fardhu, selamat mencoba bagi pembaca yang membutuhkan do'a ini dan semoga bermanfaat...
Mencari Kerja
Senin : 4
Selasa : 3
Rabu : 7
Kamis : 8
Jum’at : 6
Sabtu : 9
Ahad : 5
Legi : 5
Pahing : 9
Pon : 7
Wage : 4
Kliwon : 8
Setiap waktu hari, tanggal dan bulan itu ada artinya, dan dalam blog ini aku ceritakan perjalannku mencari sebuah pekerjaan dengan metode penjumlahan dari hari dan pasaran diatas,mungkin untuk saat ini aku masih sebagi karyawan perusahaan biasa, namun aku sungguh senang dan Sykur alhamdulillah karena aku betah bekerja di tempat ini.
Ada beberapa tahap namun aku bagi untuk tahap yang mudah dan bisa di pelajari untuk smuanya. Cara ini aku dapatkan dari Pamanku yang sekarang tinggal di Balikpapan, dulu ceritanya Dia bekerja ma saudaranya di Melak untuk beberapa bulan, namun tak pernah di gaji dan hanya di beri sebungkus rokok saja setiap abis bekerja, saat itu Pamanku dapat cara untukmendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan cara ini, katanya cara ini dari adapt dayak.
Sebelum kita bepergian jauh / merantau / cari pekerjaan di tempat yang jauh, carilah tanggal dan pasaran yang pas jumlahnya ganjil dan paling tinggi, rata rata.
Contoh : Hari Sabtu Kliwon : artinya : 9 + 8 = 17 (ganjil angka tertinggi)
Hari Kamis Pahing : artinya : 8 + 9 = 17 (ganjil tertinggi)
Hari Sabtu Wage : artinya : 9 + 4 = 13 (ganjil rata-rata)
Itu maksudnya : katanya Pamanku agar kita slalu dapat lebih dan sisa dari apa yang kita punya,misalnya contoh angka Ganjil itu berate lebih sedangkan genap itu adal;ah pas tidak ada lebihnya sama sekali,
Contoh untuk hari genap seperti :
Hari : Sabtu Pahing : artinya : 9 + 9 = 18 (genap tertinggi)
Kamis Kliwon : artinya 8 + 8 = 16 (genap rata-rata)
Itu maksudnya: walaupun angkaya tertinggi bila hitungannya genap itu sama saja tidak ada lebihnya, jadi pastinya kita semua milih lebih yaitu angka “GANJIL” dan pilihlah angka yang tertinggi atau rata-rata agar yangkita usahakan ada nilai lebih dari rata-rata.
*) Pesanku satu lagi itu semua adalah kehendak dari Allah SWT, jadi sepatutnya kita hanya meminta segala sesuatu kepada_Nya,sedangkan cara diatas adalah salah satu cara dari berjuta cara untuk mencari jalan yang lebih baik, Boleh percaya boleh tidak, namun jangan pernah di yakini, karena keyakinan kita hanya untuk pada Allah SWT,,,
*) Selama menjalani prose situ dan mencari pekerjaan, cobalah di tlateni untuk shalat lima waktunya, serta baca Al Qur”an Surat An-Nurr minimal 3X bila sanggup, sertameminta cahaya dan jalan untuk mencari rejeki halal-Nya, amieen…..
Jumat, 18 Maret 2011
Purnama Silam
12 Purnama yang memberikan keabadian tlah usai
Setiap cahaya yang terang tlah menepis ilusi dalam angan dengan kerinduan yang terserak dalam jiwaku…..
Aku pahami engkau dengan bathinku
Dan hari ini akan aku ucap syair manisku untukmu
Lewat rangkain kata tanpa asa
Bersama mentari yang kupas kesejukan aku pancarkan do’a insanku dalam kebahgiaanmu….
Ku tahu aku bukanlah bunga yang memberi keharuman
Dan bukanlah Istana yang kian sempurna memberikan keajaiban dan kebahagiaan….
Jikalau aku mampu membuat dirimu tersenyum, janganlah engkau letih nan putus asa karena diriku akan slalu ada untukmu seorang
Saat kau tak berdaya, letakkanlah lelahmu di pundakku, katakan keluhmu di telingaku, usaplah peluhmu dengan tanganku, dan rebahkanlah tubuhmu dipelukanku dan tidurlah saat dongengku terucap dari bibir ini…
Maafkan insane seorang ini jikalau tak mampu seperti yang kau mau….
Ketika semuanya tlah berlalu dan tinggal khelamnya hati ini tanpa bayangmu
Ku akui kalau aku saying padamu dengan kerinduan ini yang mengusik singgasanaku
Kethulusan dan kesabaran dalam jiwaku tak akan mampu mencintaimu dengan seutuhnya
Entah mengapa …………..
Terkadang hatiku rindu dan ingin memelukmu, terkadang diriku hampa dan mengangis karenaku
Kupahami diriku bagai awan yang kian terang dan kian gelap mengarungi hidup ini
Malam dan menjekang malam keluh dan kesahku menjadi asa yang tersimpan dalam tulisan yang tak terhapus jua…..
Sayang……
Mimpikan aku dalam tidurmu
Sayang……
Buatlah aku tersenyum dengan cinta sejatimu…..
Aku akan slalu sayng padamu..
Sabtu, 12 Maret 2011
”WANITA DURHAKA”

Tak ada gading yang tak retak, mungkin paribahasa ini sudah sering terlintas di telinga kita. Kandungan paribahasa ini sering kita ketahui dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kehidupan berumah tangga yang penuh dengan problema.
Awalnya, semua terasa indah. Namun ketika badai menghadang, petir-petir kemarahan menyambar, awan pekat menyelimuti, tangis pilu mengiris hati, membuat semua berubah. Semuanya harus diterima sebagai Sunatullah. Kadang kita menagis, dan terkadang kita tertawa. Semua itu berada di bawah kehendak Allah Subhanallahu wa Ta’alla.
Kehidupan rumah tangga akan indah, jika masing-masing anggotanya mendapat ketentraman. Sedangkan ketentraman akan terwujud jika sesama anggota keluarga saling menghargai, dan memahami tugas masing-masing. Namun, tatkala hal tersebut tidak ada, maka alamat kehancuran ada di depan mata. Diantara penyebab hancurnya kerharmonisan itu adalah durhakanya seorang istri kepada suaminya. Maka pada Edisi ini akan membahas bahaya istri yang durhaka.
Pembaca yang budiman, Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa Ta’alla menciptakan istri bagi kita, agar kita merasa tentram dan tenang padanya. Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla “Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:21)
Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqyi-rahimahullah berkata menafsirkan ayat ini, “ Kemudian diantara kesempurnaan rahmat-Nya kepada anak cucu Adam, Allah menciptakan pasangan mereka dari jenis mereka, dan Allah menciptakan diantara mereka mawaddah (yakni, cinta), dan rahmat (yakni, kasih sayang). Sebab seorang suami akan mempertahankan isrinya karena cinta kepadanya atau sayang kepadanya dengan jalan wanita mendapatkan anak dari suami, atau ia butuh pada suaminya dalam hal nafkah, atau karena kerukunan antara keduanya, dan sebagainya”.
Jadi, maksud adanya pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (Ketenangan), kasih sayang, dan cinta,. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada di depan mata. Dia tidak lagi mrenjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.
Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci maki suaminya, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, tidak mensyukuri (mengikari) kebaikan dari pemberian suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.
Allah Subhanallahu wa Ta’alla telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan Rasul-Nya ketika Beliau Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah tak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya”.
Tipe wanita seperti ini banyak disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya,dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah dan tidak puas dengan penghasilan suaminya. Ia selalu membanding-bandingkan suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti ini, sebagaimana sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam, “Telah diperlihatkan neraka padaku, ku lihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya “Apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senatiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak brkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”
Pembaca yang budiman, jika para wandu mengetahui betapa besar kedudukan serorang suami di sisinya, maka mereka tidak akan berani durhaka dan membangkang kepada suami. Cobalah tengok hadist Hushain bin Mihshon ketika ia berkata, “Bibiku telah mengatakan padaku seraya berkata , “Saya mendatangi Rasullah Sholallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Beliau bertanya: “siapakah ini? Apakah sudah bersuami?. “sudah”, jawabku. “Bagaimana hubungan engkau dengannya, sebab suamimu adalah surgamu, dan nerakamu”. [HR. An Nasa’iy dalam Al Kubro (8963), Ahmad dalam Al Musnad (4/341/no. 19025), dan lainnya. Hadist ini di shohihkan oleh Al Albaniy dalam Ash Shohihah (2612), dan Adab Az Zifaf (hal. 213)]
Dari hadist ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang wajib di penuhi seorang istri sampai Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan aku perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya”.
Jika seseorang istri tidak memenuhi hak-hak tersebut atau durhaka kepada suami, maka ia mendapat ancaman dari Allah Ta’alla lewat lisan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam., “Ada dua orang yang shalatnya tidak melampaui kepalanya: Budak yang lari dari majikannya sampai ia kembali, dan wanita yang durhaka kepada suaminya sampai ia mau rujuk (taubat)”.
Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ada tiga orang yang shalatnya tidak melampaui telinganya: Hamba yang lari sampai ia kembali, wanita yang bermalam, sedangka suaminya marah kepadanya, dan seorang pemimpin kaum, sedang mereka benci kepadanya”.
Ini merupakan ancaman yang sangat keras bagi para wandu (Wanita Durhaka), Karena kedurhakaannya menjadi sebab tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya melaksanakan kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tidak akan mendapatkannya, selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzlik.
Al Imam As Suyhutiy rahimahullah – berkata dalam Quuth Al Mughtadziy saat menjelaskan kandungan dua hadist di atas, “ Maksudnya, Sholatnya tak akan terangkat sejengkal diatas kepala mereka”. Ini merupakan perumpamaan tentang tidak diterimanya amal sholatnya sebagaimana dalam hadist Ibnu Abbas di sisi Ath Thobroniy, “Allah tak akan menerima sholat mereka” sampai ia rujuk (kembali)….”
Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ketempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dengan keadaan marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi”.
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi (Allah) Yang Jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Rob-Nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya”.
Perhatikan hadist ini, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam memberikan bimbingan kepada para wanita yang bersuami agar memperhatikan suaminya saat-saat ia dibutuhkan oleh suaminya. Sebab kebanyakan problema rumah tangga timbul dan berawal dari masalah kurangnya perhatian istri atau suami kepada kebutuhan biologis pasangannya, sehingga munculah kemarahan dan tidak keharmonisan rumah tangga.
Syaikh Al Albaniy rahimahullah - berkata dalam adab Az Zifaf (hal. 210), “Jika wajib bagi seorang untuk mentaati suaminya dalam hal pemenuhan biologis (jimak), maka tentunya lebih wajib lagi baginya untuk mentaati suami dalam perkara yang lebih penting daripada hal itu, seperti mendidik anak, memperbaiki (mengurusi) rumah tangga, dan sejenisnya diantara hak dan kewajiban.
Seorang wanita yang durhaka kepada suaminya, akan slalu dibenci oleh suaminya, bahkan ia akan dibenci oleh istri suaminya dikalangan bidadari di surga. Istri bidadari ini akan marah. Saking marahnya, ia mendoakan kejelekan bagi wanita yang durhaka kepada suaminya..
Nabi Shoallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya di kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu disisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”.
Cukuplah beberapa hadist yang kami bacakan dan nukilkan kepada anda tentang bahayanya seorang istri melakukan kedurhakaannya kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau berbakti kembali, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.
“SELAMAT ULANG TAHUN MANTAN PACAR”

Ku tulis syair indah saat bersamamu
Ku ucap lembut janji kita saat di pangkuanmu
Melewati kelamnya cinta ini seucap janji untuk selamanya,
3 Maret tak terlupa akan slalu ulang tahunmu
Terucap do’a pujian dan harapan hanya untukmu
Semoga harapmu menjadi nyata seperti mimpimu,
Lalu yang berlalu tak bisa terpungkiri
Masa lalu hanyalah mimpi disaat sekarang ini
Dan engkaupun tlah menjadi istri orang lain,
Pernah ku sayang sepenuh hati padamu
Pernah ku cinta sehidup semati olehmu
Karena kau yang memberiku arti akan luka lara selama ini,
Arini…. Tak bisa aku terlupa oleh kenanganmu
Namun, ku kan bertahan untuk menegarkan semangat ini
Kebahagianmu kebahagianku pula
Do’aku hanya teruntuk padamu
Bahagialah kau dengannya disana
Bercumbulah kau bersamanya
Karena Dia adalah suami dan hidup matimu,
Selamat ulang tahun mantan pacarku, engkau tetap slalu terindah untuk mimpi dan kenanganku, dan maafku hanya untukmu slalu…
