Sabtu, 12 Maret 2011

”WANITA DURHAKA”


Tak ada gading yang tak retak, mungkin paribahasa ini sudah sering terlintas di telinga kita. Kandungan paribahasa ini sering kita ketahui dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kehidupan berumah tangga yang penuh dengan problema.
Awalnya, semua terasa indah. Namun ketika badai menghadang, petir-petir kemarahan menyambar, awan pekat menyelimuti, tangis pilu mengiris hati, membuat semua berubah. Semuanya harus diterima sebagai Sunatullah. Kadang kita menagis, dan terkadang kita tertawa. Semua itu berada di bawah kehendak Allah Subhanallahu wa Ta’alla.

Kehidupan rumah tangga akan indah, jika masing-masing anggotanya mendapat ketentraman. Sedangkan ketentraman akan terwujud jika sesama anggota keluarga saling menghargai, dan memahami tugas masing-masing. Namun, tatkala hal tersebut tidak ada, maka alamat kehancuran ada di depan mata. Diantara penyebab hancurnya kerharmonisan itu adalah durhakanya seorang istri kepada suaminya. Maka pada Edisi ini akan membahas bahaya istri yang durhaka.


Pembaca yang budiman, Sesungguhnya Allah Subhanallahu wa Ta’alla menciptakan istri bagi kita, agar kita merasa tentram dan tenang padanya. Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla “Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:21)

Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqyi-rahimahullah berkata menafsirkan ayat ini, “ Kemudian diantara kesempurnaan rahmat-Nya kepada anak cucu Adam, Allah menciptakan pasangan mereka dari jenis mereka, dan Allah menciptakan diantara mereka mawaddah (yakni, cinta), dan rahmat (yakni, kasih sayang). Sebab seorang suami akan mempertahankan isrinya karena cinta kepadanya atau sayang kepadanya dengan jalan wanita mendapatkan anak dari suami, atau ia butuh pada suaminya dalam hal nafkah, atau karena kerukunan antara keduanya, dan sebagainya”.
Jadi, maksud adanya pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (Ketenangan), kasih sayang, dan cinta,. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada di depan mata. Dia tidak lagi mrenjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.

Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci maki suaminya, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, tidak mensyukuri (mengikari) kebaikan dari pemberian suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.
Allah Subhanallahu wa Ta’alla telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan Rasul-Nya ketika Beliau Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah tak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya”.

Tipe wanita seperti ini banyak disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya,dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah dan tidak puas dengan penghasilan suaminya. Ia selalu membanding-bandingkan suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti ini, sebagaimana sabda Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam, “Telah diperlihatkan neraka padaku, ku lihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya “Apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senatiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak brkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”

Pembaca yang budiman, jika para wandu mengetahui betapa besar kedudukan serorang suami di sisinya, maka mereka tidak akan berani durhaka dan membangkang kepada suami. Cobalah tengok hadist Hushain bin Mihshon ketika ia berkata, “Bibiku telah mengatakan padaku seraya berkata , “Saya mendatangi Rasullah Sholallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Beliau bertanya: “siapakah ini? Apakah sudah bersuami?. “sudah”, jawabku. “Bagaimana hubungan engkau dengannya, sebab suamimu adalah surgamu, dan nerakamu”. [HR. An Nasa’iy dalam Al Kubro (8963), Ahmad dalam Al Musnad (4/341/no. 19025), dan lainnya. Hadist ini di shohihkan oleh Al Albaniy dalam Ash Shohihah (2612), dan Adab Az Zifaf (hal. 213)]

Dari hadist ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang wajib di penuhi seorang istri sampai Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan aku perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya”.
Jika seseorang istri tidak memenuhi hak-hak tersebut atau durhaka kepada suami, maka ia mendapat ancaman dari Allah Ta’alla lewat lisan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam., “Ada dua orang yang shalatnya tidak melampaui kepalanya: Budak yang lari dari majikannya sampai ia kembali, dan wanita yang durhaka kepada suaminya sampai ia mau rujuk (taubat)”.
Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ada tiga orang yang shalatnya tidak melampaui telinganya: Hamba yang lari sampai ia kembali, wanita yang bermalam, sedangka suaminya marah kepadanya, dan seorang pemimpin kaum, sedang mereka benci kepadanya”.

Ini merupakan ancaman yang sangat keras bagi para wandu (Wanita Durhaka), Karena kedurhakaannya menjadi sebab tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya melaksanakan kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tidak akan mendapatkannya, selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzlik.
Al Imam As Suyhutiy rahimahullah – berkata dalam Quuth Al Mughtadziy saat menjelaskan kandungan dua hadist di atas, “ Maksudnya, Sholatnya tak akan terangkat sejengkal diatas kepala mereka”. Ini merupakan perumpamaan tentang tidak diterimanya amal sholatnya sebagaimana dalam hadist Ibnu Abbas di sisi Ath Thobroniy, “Allah tak akan menerima sholat mereka” sampai ia rujuk (kembali)….”

Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ketempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dengan keadaan marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi”.

Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi (Allah) Yang Jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Rob-Nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya”.

Perhatikan hadist ini, Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam memberikan bimbingan kepada para wanita yang bersuami agar memperhatikan suaminya saat-saat ia dibutuhkan oleh suaminya. Sebab kebanyakan problema rumah tangga timbul dan berawal dari masalah kurangnya perhatian istri atau suami kepada kebutuhan biologis pasangannya, sehingga munculah kemarahan dan tidak keharmonisan rumah tangga.
Syaikh Al Albaniy rahimahullah - berkata dalam adab Az Zifaf (hal. 210), “Jika wajib bagi seorang untuk mentaati suaminya dalam hal pemenuhan biologis (jimak), maka tentunya lebih wajib lagi baginya untuk mentaati suami dalam perkara yang lebih penting daripada hal itu, seperti mendidik anak, memperbaiki (mengurusi) rumah tangga, dan sejenisnya diantara hak dan kewajiban.

Seorang wanita yang durhaka kepada suaminya, akan slalu dibenci oleh suaminya, bahkan ia akan dibenci oleh istri suaminya dikalangan bidadari di surga. Istri bidadari ini akan marah. Saking marahnya, ia mendoakan kejelekan bagi wanita yang durhaka kepada suaminya..
Nabi Shoallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya di kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu disisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”.
Cukuplah beberapa hadist yang kami bacakan dan nukilkan kepada anda tentang bahayanya seorang istri melakukan kedurhakaannya kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau berbakti kembali, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Full Music Malaysia


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com