Rabu, 18 Januari 2012

TONGKAT BAMBU


Wahai saudaraku, bangunlah kalian
Dengarkanlah ayam sekitar berkokok menyambut kita
Mentari pagi belum menampakkan wujudnya
Mari, marilah kita bergegas menuju pancuran bambu
Perlahan, raih dan telusuri jalan lewat alur pagar
Kita laksankan kewajiban sebagai muslim

Kereta pagi jurusan Surabaya menggetarkan dinding bambu
Aku raih tongkat bambu dengan perlahan
Sejengkal demi jengkal, aku telusuri jalan menuju keramain
Dimana mereka memberiku uang receh untuk makan

Aku pertajam pendengaran untuk mencari tau
Ditemani tongkat bambu untuk bertahan hidup
Walau aku menatap tajam mereka
Gelap dan hanyalah gelap yang aku lihat
Sabbar, kala aku di cemooh
Ikhlas walau tubuh di hantam lumpur
Namun mereka adalah penghidupanku

Jangan dan jangan pernah kalian sentuh tongkatku
Ia adalah milikku, ia adalah penghidupanku
Jangan pernah kalian sentuh

Ku dituntun dalam keramaian
Ku diarahkan lewat suara kereta
Walau perlahan aku tetap berusaha
Walau kecil aku tetap mencoba

Aku terlahir diantara rel kereta Surabaya
Dengan gubuk berdinding bambu aku di besarkan
Kini ku tumbuh dewasa dengan ketidak berdayaanku
Hanya tongkat bambu ini sebagi penerang jalanku

Aku buta, dan aku tak bisa melihat
Namun aku bisa mendengar untuk mencari jalanku
Mencari dimana aku mendapatkan belas kasihan
Hanya itu yang aku bisa
Berkat tongkat bambu yang menemaniku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Full Music Malaysia


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com