Pertengahan Tahun 2002 -
2005 mengawali perkenalanku dengan Dia di bangku SMP Ngunut, Tulungagung, Jawa
Timur. Berselang setelah hampir sepuluh tahun barulah aku menyadarinya bahwa
aku merindukannya. Yaa, Dia adalah Gadis manis yang baik hatinya, yang mampu
memberikanku semangat untuk bangkit dari masalah masalah yang ada di
kehidupanku. Sungguh aku merindukannya ketika jauh darinya. Ingin rasanya aku
menyapa nyata di depannya, memandang wajah manisnya.
Pagi menjelang beraktivitas
pukul 08:30 Wita aku pastikan slalu untuk buka laptop, ku arahkan kursor ke laptop
dan mulai aku mengetikan alamat www.facebook.com/esant.asyifha selang beberapa detik mucullah akun Facebook
tercintaku dengan terpampang jelas nama Esant Tsabit Asyifa di atas samping
Profil. Sepertinya aku mulai menggila oleh Facebook apalagi ditambah dengan
pertemananku dengan si Dia Gadis teman lam yang tak pernah bertemu menatap muka.
Putri, yaa itulah namanya Gadis yang
membuatku semakin kangen dan ingin aku memilikinya, namun apalah daya mungkin
sampai saat ini Ia hanya menganggapku sebagai sahabat baik. Namun bagiku aku
ingin lebih dekat bersama untuk selamanya, walau aku sadari aku bukanlah
harapan sejatinya. Hampir lebih sepuluh tahun, dan saat ini hanya aku pandangai
wajahnya di Facebook yang semakin membuatku ternganga oleh keindahannya,
sekarang ia menggunakan jilbab. Seperti Gadis lain yang semakin berwibawa nan
soleha, siapalah Pria yang tak akan menaruh hati pada Gadis itu. Subhanallah,
Dia semakin terlihat cantik menawan sempurna dan arghhhh pikiranku semakin melayang
terbuai akan pesona dirinya.
Setahun lalu kusambangi
Dia lewat pesan chat Facebook saat sama sama online, ku Tanya kabarnya sembari
memulai percakapan. “Ass’alaikum, gimana
kabarnya” tulisku dikotak pesan langsung kutekan enter, tiga menit kemudian
ada balasan “Walaikum sallam,
Alhamdulillah kabarnya baik, Pean ndiri gimana”. Dengan hati riang gembira
seakan bernyanyi nyanyi sangatlah senang bahagia dan ntah bercampur dengan rasa
apa kalla Dia membalas pesanku, aku sadari Dia sangat sibuk namun Ia meluangkan
waktu untuk mengobrol denganku yang hampir sejam lewat Facebook. Bercanda
gurau, sampai menanyakan kabar teman SMP tak luput dari pertanyaanku, hingga
aku termenung dengan pertanyaanya padaku “Sudah
punya pacar, kapan menikah?”. Sejurus kemudian aku bingung mau mengetik
apa, namun dengan senang hati aku jawab “Belum,
nunggu nanti nyari di Jawa, kalau ada yang cocok langsung menikah, heheheeee” (sebenarnya
kata itu untuk dirinya dan betapa aku mengharapkannya), sambil ku tersenyum J agar tak terlihat canggung dengan pertanyaannya. Ku
tunggu dan aku menunggu mengapa lama sekali tidak ada balasan, hanya ku
pandangi laptop saat itu mudahan ada balasan. Sepuluh menit kutunggu tak ada
balasan, yaa sudahlah aku lanjutkan pekerjaanku dengan sesekali ku buka
facebook yang terus online. Hanya untuk menunggu jawaban yang membuat hati ini
nyaman nan bahagia. “Klik” suara
laptop dengan layar yang menandakan ada pesan baru yang masuk dan terpampang
kata “Gimana kalau sama aku adja”.
Sungguh dengan hati yang menari nari tak karuan aku berpikir benarkah Ia
serius, ataukah Ia hanya bercanda. Bingung sungguh bingung aku saat itu, tak
lama aku balas dengan hati bertanya tanya “Benarkah,
benarkah mau denganku, sungguh aku senang bila serius dan mau jadi pacarku”
tulisku dengan jawaban yang kunantikan. Namun sampai saat inipun tidak aku tahu
akan kebenaran kata indahnya dan hanya ku anggap angin lalu walau masih ingin
kutahu kebenaran hatinya.
Teringat masa lalu,
seringkali aku tuliskan puisi indah dalam lembaran kertas putih bergaris rapi
itu. Ia, bahkan teman yang lain seringkali meminjam kertas maupun buku
pelajaranku yang dihalaman belakang pasti terdapat puisi. SMP, yaa kenangan
indah saat sekolah punya teman perempuan yang dekat dan berbagi cerita menarik,
penuh kenangan dan penuh perjuangan. Tak mungkin terlupa walau waktu semakin
bertambah, usia semakin renta, cinta yang kunanti semakin terlupa. Waktu sekolah,
dimana saat itu tak pernah aku menaruh banyak hati padanya, hanya berteman
baik, berteman karib hingga kini, sampai waktu yang tak mempertemukan lagi
setelah beberapa tahun. Putri, masih
teringat seringkali Ia mencatatkan pelajaran di buku dengan kata kata indah
darinya di halaman belakang. Persahabatan yang menyenangkan sampai 2012 tak aku
bisa melupakannya, Ia semakin menawan, Ia semakin cantik, Ia semakin soleha, Ia
semakin aku merindunya. Semakin aku menggilainya seperti terkena pelet oleh
kebaikan nan paras cantiknya.
Putri .. Semakin aku
merindunya, semakin aku menggilainya, semakin aku tak waras akan kelakuanku,
setiap saat setiap waktu tak lepas aku dari menatap wajahnya di Facebook.
Laptop yang bertengger diatas meja kamar seakan tak pernah mati, baground wajah
manis berjilbab itu senantiasa mengingatkanku kembali pada masa lalu. Oooh
Putri, janganlah engkau berpaling dariku, janganlah engkau menyiksaku seperti
ini, aku tak kuasa menahan rasa kangenku padamu, aku tak bisa bertahan bila
selamanya jauh tak memilikimu. Malam semakin larut aku bertahan menatap wajah
manismu di Facebook sembari aku tuliskan puisi indah hanya untukmu seorang.
Sayup sayup mataku
belum sempurna memandang cahaya lampu sekitar, pagi yang menjelma kudekati
laptop kutamati Facebook untuk melihat fhoto manismu, ku lihat setiap statusmu
dan aku colek ketika lama kau tak menyapaku. Putri yang kian kunanti,
berikanlah jawaban padaku walaupun itu menyakitkanku, daripada aku semakin
menggilaimu disaat jauh darimu. Seperti saat ini aku yang tak kuasa harus
katakan rasaku pada siapa, seakan penuh dan buntu otakku akan bayangan dan rasa
yang kuinginkan. Putri yang ku mau, sampai kapan kegilaanku ini berakhir,
sampai kapan engkau mengatakan isi hati yang terdalam padaku.
Putri, janganlah kau
berlari karena aku akan slalu mengejarmu ..
Putri, janganlah kau
acuhkan diriku karena aku akan slalu mengharapmu ..
Putri, walaupun kau
nantinya menjadi milik orang, jiwaku tak akan pernah hilang dari bayangmu ..
Putri, sedari dulu aku akan
slalu memuja dan menyapamu lewat puisi indah yang kutuliskan di Facebook ..
Sampai kapanpun aku
akan slalu mengenang dan mengharapmu dari insan yang menggila oleh Facebook dan
seorang teman yang mengharap belas cinta sejati darimu, PUTRI ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar