Minggu, 22 April 2012

BANGKU SEKOLAH, WAJAH MANIS FACEBOOK



Pertengahan Tahun 2002 - 2005 mengawali perkenalanku dengan Dia di bangku SMP Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. Berselang setelah hampir sepuluh tahun barulah aku menyadarinya bahwa aku merindukannya. Yaa, Dia adalah Gadis manis yang baik hatinya, yang mampu memberikanku semangat untuk bangkit dari masalah masalah yang ada di kehidupanku. Sungguh aku merindukannya ketika jauh darinya. Ingin rasanya aku menyapa nyata di depannya, memandang wajah manisnya.
Pagi menjelang beraktivitas pukul 08:30 Wita aku pastikan slalu untuk buka laptop, ku arahkan kursor ke laptop dan mulai aku mengetikan alamat www.facebook.com/esant.asyifha selang beberapa detik mucullah akun Facebook tercintaku dengan terpampang jelas nama Esant Tsabit Asyifa di atas samping Profil. Sepertinya aku mulai menggila oleh Facebook apalagi ditambah dengan pertemananku dengan si Dia Gadis teman lam yang tak pernah bertemu menatap muka. Putri, yaa itulah namanya Gadis yang membuatku semakin kangen dan ingin aku memilikinya, namun apalah daya mungkin sampai saat ini Ia hanya menganggapku sebagai sahabat baik. Namun bagiku aku ingin lebih dekat bersama untuk selamanya, walau aku sadari aku bukanlah harapan sejatinya. Hampir lebih sepuluh tahun, dan saat ini hanya aku pandangai wajahnya di Facebook yang semakin membuatku ternganga oleh keindahannya, sekarang ia menggunakan jilbab. Seperti Gadis lain yang semakin berwibawa nan soleha, siapalah Pria yang tak akan menaruh hati pada Gadis itu. Subhanallah, Dia semakin terlihat cantik menawan sempurna dan arghhhh pikiranku semakin melayang terbuai akan pesona dirinya.
Setahun lalu kusambangi Dia lewat pesan chat Facebook saat sama sama online, ku Tanya kabarnya sembari memulai percakapan. “Ass’alaikum, gimana kabarnya” tulisku dikotak pesan langsung kutekan enter, tiga menit kemudian ada balasan “Walaikum sallam, Alhamdulillah kabarnya baik, Pean ndiri gimana”. Dengan hati riang gembira seakan bernyanyi nyanyi sangatlah senang bahagia dan ntah bercampur dengan rasa apa kalla Dia membalas pesanku, aku sadari Dia sangat sibuk namun Ia meluangkan waktu untuk mengobrol denganku yang hampir sejam lewat Facebook. Bercanda gurau, sampai menanyakan kabar teman SMP tak luput dari pertanyaanku, hingga aku termenung dengan pertanyaanya padaku “Sudah punya pacar, kapan menikah?”. Sejurus kemudian aku bingung mau mengetik apa, namun dengan senang hati aku jawab “Belum, nunggu nanti nyari di Jawa, kalau ada yang cocok langsung menikah, heheheeee” (sebenarnya kata itu untuk dirinya dan betapa aku mengharapkannya),  sambil ku tersenyum J agar tak terlihat canggung dengan pertanyaannya. Ku tunggu dan aku menunggu mengapa lama sekali tidak ada balasan, hanya ku pandangi laptop saat itu mudahan ada balasan. Sepuluh menit kutunggu tak ada balasan, yaa sudahlah aku lanjutkan pekerjaanku dengan sesekali ku buka facebook yang terus online. Hanya untuk menunggu jawaban yang membuat hati ini nyaman nan bahagia. “Klik” suara laptop dengan layar yang menandakan ada pesan baru yang masuk dan terpampang kata “Gimana kalau sama aku adja”. Sungguh dengan hati yang menari nari tak karuan aku berpikir benarkah Ia serius, ataukah Ia hanya bercanda. Bingung sungguh bingung aku saat itu, tak lama aku balas dengan hati bertanya tanya “Benarkah, benarkah mau denganku, sungguh aku senang bila serius dan mau jadi pacarku” tulisku dengan jawaban yang kunantikan. Namun sampai saat inipun tidak aku tahu akan kebenaran kata indahnya dan hanya ku anggap angin lalu walau masih ingin kutahu kebenaran hatinya.
Teringat masa lalu, seringkali aku tuliskan puisi indah dalam lembaran kertas putih bergaris rapi itu. Ia, bahkan teman yang lain seringkali meminjam kertas maupun buku pelajaranku yang dihalaman belakang pasti terdapat puisi. SMP, yaa kenangan indah saat sekolah punya teman perempuan yang dekat dan berbagi cerita menarik, penuh kenangan dan penuh perjuangan. Tak mungkin terlupa walau waktu semakin bertambah, usia semakin renta, cinta yang kunanti semakin terlupa. Waktu sekolah, dimana saat itu tak pernah aku menaruh banyak hati padanya, hanya berteman baik, berteman karib hingga kini, sampai waktu yang tak mempertemukan lagi setelah beberapa tahun. Putri, masih teringat seringkali Ia mencatatkan pelajaran di buku dengan kata kata indah darinya di halaman belakang. Persahabatan yang menyenangkan sampai 2012 tak aku bisa melupakannya, Ia semakin menawan, Ia semakin cantik, Ia semakin soleha, Ia semakin aku merindunya. Semakin aku menggilainya seperti terkena pelet oleh kebaikan nan paras cantiknya.
Putri .. Semakin aku merindunya, semakin aku menggilainya, semakin aku tak waras akan kelakuanku, setiap saat setiap waktu tak lepas aku dari menatap wajahnya di Facebook. Laptop yang bertengger diatas meja kamar seakan tak pernah mati, baground wajah manis berjilbab itu senantiasa mengingatkanku kembali pada masa lalu. Oooh Putri, janganlah engkau berpaling dariku, janganlah engkau menyiksaku seperti ini, aku tak kuasa menahan rasa kangenku padamu, aku tak bisa bertahan bila selamanya jauh tak memilikimu. Malam semakin larut aku bertahan menatap wajah manismu di Facebook sembari aku tuliskan puisi indah hanya untukmu seorang.
Sayup sayup mataku belum sempurna memandang cahaya lampu sekitar, pagi yang menjelma kudekati laptop kutamati Facebook untuk melihat fhoto manismu, ku lihat setiap statusmu dan aku colek ketika lama kau tak menyapaku. Putri yang kian kunanti, berikanlah jawaban padaku walaupun itu menyakitkanku, daripada aku semakin menggilaimu disaat jauh darimu. Seperti saat ini aku yang tak kuasa harus katakan rasaku pada siapa, seakan penuh dan buntu otakku akan bayangan dan rasa yang kuinginkan. Putri yang ku mau, sampai kapan kegilaanku ini berakhir, sampai kapan engkau mengatakan isi hati yang terdalam padaku.
Putri, janganlah kau berlari karena aku akan slalu mengejarmu ..
Putri, janganlah kau acuhkan diriku karena aku akan slalu mengharapmu ..
Putri, walaupun kau nantinya menjadi milik orang, jiwaku tak akan pernah hilang dari bayangmu ..
Putri, sedari dulu aku akan slalu memuja dan menyapamu lewat puisi indah yang kutuliskan di Facebook ..
Sampai kapanpun aku akan slalu mengenang dan mengharapmu dari insan yang menggila oleh Facebook dan seorang teman yang mengharap belas cinta sejati darimu, PUTRI ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Full Music Malaysia


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com