Sebenarnya dalam merawat baterai notebook supaya awet
hingga tetap bisa memberi durasi yang terbaik selama pemakaian tidaklah
susah. Namun banyak pengguna yang mengabaikan-nya dan mempermudah
persoalan tersebut sehingga akhirnya baterai notebook miliknya tiba-tiba
tanpa alasan sudah mengalami drop kapasitas hingga lebih dari 50%.
Teknologi baterai notebook merupakan teknologi yang
paling terbelakang dari semua komponen penyusun notebook, bertahun-tahun
teknologi Lithium-Ion belum ada pengganti yang lebih baik hingga saat.
Biaya produksi yang tidak murah dan daya tahan durasi yang tidak pernah
meningkat membuat spare-part ini paling dihindari saat pihak service
center menyatakan baterai notebook anda mengalami kerusakan permanen.
Berikut akan saya jelaskan secara rinci apa saja yang
harus dilakukan untuk membuat komponen spare-part yaitu baterai
notebook ini bisa terus awet dalam memberi durasi discharge semaksimal
mungkin untuk jangka waktu penggunaan yang lebih lama.
Banyak yang berpikir bahwa jika baterai notebook
selalu tertanam atau terpasang di unit notebook pada saat tercolok
listrik sekalipun akan mengakibatkan baterai drop karena arus akan terus
masuk ke dalam baterai. Pernyataan adalah TIDAK BENAR.
Mengapa? Karena jika baterai dilepas dari unit
notebook dalam jangka waktu yang lama (lebih dari 12 jam hingga harian),
akan membuat baterai kehilangan daya (discharge) secara perlahan karena
tidak ada arus yang mengalir dan setelah itu akan mengakibatkan baterai
tidak bisa di-charge hingga ke kapasitas maksimum karena cell baterai
yang mengalami discharge.
Solusinya? Lebih baik pasangkan saja baterai ke unit
notebook meskipun tercolok ke arus listrik dan hal ini tidak akan
membuat baterai drop biarpun dalam waktu yang lama hingga satuan hari
maupun minggu. Sebagai bukti saya tunjukkan screenshot dari aplikasi
HWMonitor yang dimana menunjukkan wear level dari baterai notebook milik
saya masih 0% dan kapasitas masih 100%.
Baterai dari notebook Lenovo IdeaPad Y550P milik saya
ini telah terpasang di unit notebook-nya sejak saya membeli-nya akhir
September tahun lalu (2010) dan sejak hari itu hingga saat ini tidak
pernah saya lepas. Dan perlu diketahui bahwa selama saya menggunakan
Lenovo IdeaPad Y550P ini saya sering online 24 jam tanpa lepas dari
colokan listrik dengan rekor terlama adalah 3 minggu 4 hari dalam
keadaan baterai terpasang di unit notebook. Selama saya memiliki
notebook Lenovo IdeaPad Y550P ini saya tidak pernah sekalipun melepas
unit baterai saat digunakan.
Bagi saya pribadi baterai notebook adalah sebuah
komponen dengan dual-fungsi yang sangat penting, disamping sebagai
penyumbang arus saat kita membutuhkan di kondisi outdoor. Peran
berikutnya yang tidak kalah penting adalah sebagai “UPS” terintegrasi di
unit notebook. Kita pasti tahu bahwa PLN (Perusahaan Listrik Negara)
tidak bisa memberikan kepastian akan kualitas listrik yang mereka
berikan apakah benar-benar 100% online 24 jam? Tentu tidak. Maka dari
itu saya sendiri yang sejak 10 tahun lalu sering mengalami pemadaman
listrik bergilir di kota kelahiran Bontang, Kalimantan Timur mengganggap
penting dari peran baterai notebook ini. Jika listrik tiba-tiba padam
tentu saja pekerjaan kita tidak akan ikut musnah karena belum di-save.
Toh pada dasarnya jauh lebih murah dan praktis dengan
adanya komponen baterai ini daripada kita membeli unit UPS terpisah
karena langsung terpasang dan durasi yang diberikan juga jauh lebih lama
karena sesuai dengan output yang sesuai dengan daya notebook. Jadi?
Buat apa melepas baterai notebook jika tidak ada gunanya sama sekali?
Lebih baik dibiarkan saja terpasang di unit notebook toh selama baterai
terpasang perannya tidak akan pernah tergantikan. Kalau menggunakan
notebook tanpa baterai berarti sama saja dengan desktop PC donk?
Sesuai dengan yang saya katakan di-atas bahwa baterai
notebook lebih baik tidak usah dilepas dari unit notebook-nya bukan
berarti tidak pernah digunakan. Jika selama menggunakan notebook,
baterai tidak pernah terpakai akan juga memberi efek “discharge”.
Sesekali digunakan outdoor tanpa colokan listrik juga tidak masalah tapi
jangan terlalu sering, untuk skala-nya jika selama 3 minggu tercolok
listrik non-stop mungkin setelah itu gunakan baterai hingga batas
minimum lalu setelah itu kembali menggunakan listrik PLN. 1 bulan pun
tidak masalah yang penting baterai pernah digunakan dalam jangka waktu
tertentu.
Jika anda mempunyai alasan tertentu untuk
mengharuskan menyimpan unit baterai hingga satuan hari atau minggu, cara
terbaik adalah dengan menyisakan kapasitas charge level baterai di
posisi 40%, hal ini dilakukan supaya saat digunakan kembali baterai
masih bisa digunakan kembali ke kondisi optimal full-charge. Tempat
penyimpanan baterai yang disarankan adalah ruang yang dingin dan kering.
Dalam satu waktu ada baiknya melakukan penghabisan
kapasitas baterai hingga batas minimum (disarankan 10%) lalu mengisi
full kembali. Baterai notebook akan mengalami unattended drop jika tidak
pernah mengalami full discharge-charge.
Teknologi baterai yang menggunakan Li-Ion baru-baru
ini (sejak 2007) mungkin teknologi yang terbaik yang ada sekarang ini
dengan masa cycle 2 – 3 tahun dan kemampuan charge-discharge 300 kali
hingga 500 kali. Perlu diketahui bahwa penggunaan baterai notebook lebih
baik digunakan jika memang benar-benar perlu seperti dalam situasi
outdoor atau urusan mendadak.
Karena umur baterai notebook bergantung dari jumlah
charge-discharge maka usahakan untuk tidak menggunakan baterai dalam
situasi yang tidak perlu, sebisanya mungkin selalu colok dengan listrik
(dengan unit baterai tetap terpasang). Semakin sering charge-dischare
maka akan memperpendek umur baterai karena batas cycle akan berkurang.
Panas adalah musuh utama dari umur baterai notebook,
usahakan hindari dari sinar matahari langsung atau media yang panas
seperti panas mobil atau bersebelahan dengan desktop PC. Dingin dan
kering adalah yang terbaik.
Satu hal yang perlu dilakukan adalah membersihkan
konektor baterai dengan unit notebook dalam jangka waktu tertentu
(bulanan cukup) untuk menghindari baterai bekerja keras karena arus yang
mengalir tidak lancar.
Jika sering menggunakan HDD eksternal yang
membutuhkan power langsung dari port USB, sebisa mungkin langsung
dilepas dari port USB saat tidak digunakan. Karena daya yang tersedot
cukup besar untuk sebuah port USB.
Dalam artikel kali ini saya hanya perlu mengingatkan
kepada para pembaca saat menggunakan notebook. Jika anda menggunakan
notebook dalam situasi outdoor atau dimanapun itu jika terdapat colokan
listrik janganlah segan-segan menunggu baterai habis, langsung saja
colok power adaptor-nya sehingga bisa menghindari wear level dari
baterai notebook.
Gunakan baterai jika memang pada situasi yang
mengharuskan atau darurat dan semacamnya seperti tidak adanya colokan
listrik atau kegiatan di lapangan. Minimalkan penggunaan baterai untuk
menghindari wear level atau drop capacity. Saya sudah membuktikan dengan
jangka waktu satu tahun lebih ini pada notebook Lenovo IdeaPad Y550P
milik saya tidak pernah lepas dari colokan listrik dan baterai dalam
keadaan terpasang dengan rata-rata up time non-stop hingga 7 hari. Sumber : MBAH.12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar